Teknologi Baru Menyebabkan Terciptanya Budaya Kerja Baru di Semarang
Saat ini teknologi telah mengalami
perkembangan yang pesat. Utamanya sejak pandemi Covid-19 menyerang dunia, semua
negara melakukan berbagai upaya agar tata kehidupan tidak hancur dan
perekonomian berhenti. Pada situasi tersebut teknologi informasi dan komunikasi
adalah jalan keluarnya. Hingga kini teknologi terus berkembang pesat dan menjadi
sebuah keunggulan pada bidang yang telah menerapkan teknologi dalam
penggunaannya.
Digitalisasi sudah merambah di
hampir seluruh bidang kehidupan, seperti pekerjaan, pendidikan, sosialisasi,
dan hal lainnya di berbagai belahan bumi. Demikian juga di Kota Semarang, hampir semua bidang kehidupan kini mengalami transformasi digital. Misalnya, sebelumnya sekolah selalu dilakukan secara bertatap
muka di sekolah. Namun, setelah masuknya teknologi, ada alternatif lain ketika
pertemuan tatap muka tidak dapat dilakukan, yaitu pertemuan secara daring melalui
meeting conference. Selain itu, sebelumnya ketika mengerjakan tugas harus ditulis
dalam buku tulis, namun setelah adanya teknologi pekerjaan sekolah dapat dilakukan
pada gadged maupun komputer dan dikumpulkan dalam ruang kelas online.
Selaras dengan pendidikan,
komunikasi juga banyak mengalami perubahan seiring berkembangnya teknologi. Komunikasi
yang semula dilakukan secara tatap muka, kini dapat dilakukan secara online. Kejadian ini tidak hanya di sekolah-sekolah tertentu, melainkan seluruh sekolah baik negeri dan swasta di Kota Semarang juga mengalaminya. Media
komunikasi online kini juga masih berkembang pesat. Dari waktu ke waktu media
sosial sebagai media berkomunikasi terus menunjukkan perkembangan pesat. Semakin
banyak media sosial yang ditawarkan dalam berkomunikasi, fitur yang canggih dan
mermacam-macam terus bertambah yang membuat mode berkomunikasi masyarakat kini
semakin beragam.
Selain dalam bidang pendidikan dan
sosialisasi, pekerjaan juga mengalami dampak teknologi yang cukup besar. Pekerjaan
konvensional yang umumnya dilakukan oleh generasi tua kini sudah mulai
ditinggalkan. Sebelumnya, pada saat masih bekerja dalam iklim konvensional masih
terdapat banyak kekurangan. Misalnya ketika melakukan pekerjaan yang serba
paper based membuat dokumen cetak menumpuk. Dokumen penting dalam bentuk kertas
juga memeiliki risiko kehilangan maupun pencurian yang tinggi. Selain itu,
dalam melakukan rapat pekerjaan, kegiatan ini hanya bisa dilakukan dalam satu
perkumpulan dan bertatap muka. Kegiatan ini terkadang memberikan kerugian
karena pekerja yang telah ter-distract dengan dunia luar yang sebelumnya dilalui.
Akibatnya, kegiatan meeting tidak dapat berjalan lancar dan kurang kondusif. Proses
mengalirnya informasi juga sering terhambat karena banyak hal.
Gangguan-gangguan tersebut memotivasi
untuk diberlakukannya digitalisasi. Berbagai inovasi dilakukan sebagai cara
mengatasi permasalahan yang kerap menggerogoti. Pekerjaan paper based kini
beralih menjadi computer based. Dalam kegiatan pelayanan publik, teknologi juga
merupakan kunci dari segala permasalahannya. Teknologi memberikan potensi yang
sangat besar dalam melakukan pekerjaan pelayanan publik. Fitur yang beragam
dapat mempermudah mengumpulkan keluhan, memberikan instruksi, dan pelayanan
yang lebih cepat yang dapat meningkatkan kepercayaan publik.
Aparatur pemerintah di Kota Semarang dituntut mampu
bekerja sesuai dengan perkembangan teknologi tersebut. Teknologi menjadi hal
cukup penting sebagai instrumen dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan. Hal
ini didorong oleh tumbuhnya demonstrate komunikasi baru yang berkembang seiring
pesatnya penetrasi web dan media sosial. Information menunjukkan bahwa 132,7
juta orang (51,5%) penduduk Indonesia telah menggunakan web, mayoritas pengguna
web di pulau Jawa mencapai 65 % (86,3 Juta orang). Diprediksi angka tersebut meningkat
tajam pada tahun-tahun mendatang yang menunjukkan progress positif.
Dampak perubahan akibat
digitalisasi ini juga terasa pada iklim pekerjaan. Teknologi yang memberikan
akselerasi dalam melakukan pekerjaan menyebabkan iklim pekerjaan pada setiap
pekerja juga menjadi semakin cepat. Kebiasaan ini tentunya memberikan dampak
yang positif terhadap efektivitas pekerjaan dan penghematan energi serta sumber
daya yang digunakan.
Di samping manfaat yang sangat
menjanjikan, terdapat pula dampak yang diberikan oleh perkembangan teknologi. Kehidupan
yang serba digital menyebabkan masyarakat mengalami ketergantungan digital. Ketergantungan
itu juga berbanding lurus dengan peningkatan angka stress pada masyarakat,
khususnya pekerja yang dituntut terus-menerus menggunakan teknologi dalam
pekerjaannya. Apabila stress tersebut tidak dapat ditanggulangi maka akan
berdampak pada kesehatan. Untuk itu, diperlukan solusi yang digunakan sebagai penawar
dampak buruk teknologi, misalnya tetap menjaga pola hidup sehat, pola makan
teratur dan gizi seimbang, serta olahraga dan aktivitas fisik di tengah kesibukan
bekerja.
Sumber:
Komentar
Posting Komentar