Trade Off antara Pembangunan Pariwisata Berbasis Alam dan Budaya di Semarang

Kabupaten Semarang merupakan salah satu daerah yang berada di Jawa Tengah. Letaknya yang strategis dan berbatasan langsung dengan Kota Semarang merupakan salah satu keunggulan geografis yang dimilikinya. Namun, dalam hal pariwisata, Kabupaten Semarang dan Kota Semarang memiliki highlight pariwisata yang kontras. Jika di Kota Semarang didominasi tempat wisata berupa bangunan peninggalan penjajahan Belanda, Kabupaten Semarang lebih menonjolkan wisata alam dan budayanya yang menyejukkan mata. 

Mobilitas yang besar antara ibukota provinsi dan Kabupaten Semarang serta kota-kota di sekitarnya membuat potensi wisata di Kabupaten Semarang memiliki pasar yang lebih luas. Hal ini menjadi sebuah keunggulan yang perlu mendapat perhatian khusus agar tetap lestari, melihat keindahan alam yang banyak terjamah manusia akan mudah rusak. Komitmen dan peran pemerintah daerah dalam pengembangan obyek wisata sangat strategis diperlukan. Sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Semarang telah memasukkan sektor pariwisata dalam program prioritas. Pemerintah Kabupaten Semarang bertekad untuk menjadikan sektor pariwisata menjadi salah satu daya ungkit bagi sektor lain dalam pelaksanaan Pembangunan. Upaya yang dilakukan pemerintah yaitu dengan meningkatkan citra Kabupaten Semarang sebagai destinasi pariwisata yang berdaya saing dengan menggunakan Service Quality Oriented (SQD) atau pendekatan berbasis kualitas layanan dan mendasarkan pada analisis pasar secara kontinyu. 

Upaya nyata pemerintah memelihara dan mengembangkan pariwisatanya telah dilakukan. Seperti dibuatnya jalan masuk dan juga gedung parkir, Disporapar mengembangkan kawasan wisata berikut rumah gift dengan mengajak UMKM (dibawah pembinaan Disperindag) untuk membuat cendera mata/merchandise. Selain itu pemberdayaan masyarakat juga dilakukan dengan melakukan pembinaan desa wisata. Ada beberapa desa wisata yang berada atau berdekatan dengan kawasan Candi Gedongsongo seperti: Desa Keseneng dan Desa Kemawi. 

Selain itu, guna mengembangkan dan mempercantik kawasan Pemandian Muncul, Pemerintah Kabupaten Semarang berusaha mengemas objek ini menjadi lebih menarik dengan memadukan kondisi alam yang menunjang. Pemandian Muncul direncanakan akan dikembangkan menjadi waterboom, dilengkapi dengan kolam renang berstandar internasional. Sumber air alami dari alam juga yang kemudian membuat air alami ini sangat bersih sehingga dasar kolam dapat terlihat jelas. Dalam kawasan ini juga akan dilengkapi dengan warung kuliner yang menyajikan makanan yang menggugah selera. Pemerintah Kabupaten Semarang berencana mengembangkan kawasan ini seperti kawasan destinasi wisata seperti Taman Sri Baduga di Situ Buleud (permainan air alami mancur unik) Purwakarta atau bahkan akan dibuat Wings of Time di Singapura (permainan laser). 

Konsep pengembangan kawasan Umbul Senjoyo dilakukan dengan melakukan konservasi resapan mata air, diikuti dengan pengembangan obyek wisata alam, religius dan wisata tirta. Berdasarkan konsep tersebut akan dilakukan penataan kolam wisata air dilengkapi dengan fasilitas penunjang lain, seperti dermaga perahu, kolam rekreasi, kolam ritual dengan pendopo, panggung di atas air , sitting group dan restaurant.

Pengembangan kawasan Bukit Cinta/ Bukit Brawijaya akan dilengkapi dengan permainan laser. Pemerintah Kabupaten Semarang berencana mengembangkan kawasan ini seperti kawasan destinasi wisata taman Sri Baduga di Situ Buleud (permainan air mancur unik) Purwakarta atau bahkan akan dibuat Wings of time di Singapura (permainan laser).

Dari pengembangan yang sudah dilakukan, semua itu tetap harus memperhatikan kebersihan dan koordiansi antarpetugas agar tata kelola wisata alam dapat berjalan semestinya tanpa merusak alam dan ekosistem lainnya. Namun, dari upaya yang telah dilakukan sudah menunjukkan keseriusan pemerintah dalam pengembangan wisata alam dan budaya sepagai fokusnya saat ini dengan tetap memperhatikan kelestarian alam serta budaya yang ada sehingga keindahan wisata alam saat ini dapat terus terjaga dan dapat dinikamti oleh generasi-generasi selanjutnya.

Sumber:

Agus, O. :, Widodo, A., & Lestari, H. (n.d.).  Strategi Pengembangan Pariwisata Kabupaten Semarang. www.fisip.undip.ac.id

Warsono, H. H. (n.d.). Prosiding Seminar dan Call For Paper Sinergi Pengembangan Destinasi Pariwisata Kabupaten Semarang.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan Bonus Demografi dan Derajat Kesehatan di Jawa Tengah

Jakarta dan Diriku