Tingginya Kemiskinan Yogyakarta yang Menurunkan Kebahagiaan Penduduknya

 

Kemiskinan masih menjadi permasalahan utama Indonesia. Sesuai dengan indikator SDGs yang pertama yaitu tanpa kemiskinan, pemerintah Indonesia terus berupaya menurunkan angka kemiskinan untuk mencapai target SDGs 2030. Pemantauan angka kemiskinan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangannya. Berdasarkan Berita Resmi Statistik yang dirilis oleh BPS pada tahun 2023 didapatkan informasi bahwa Pulau Jawa masih menduduki peringkat pertama pulau dengan persentase kemiskinan terbesar di Indonesia.

Sumber : Berita Resmi Statistik 2023

Dilihat dari peta sebaran persentase kemiskinan Indonesia kemiskinan masih terfokus di Pulau Jawa. Penduduk miskin Pulau Jawa terdapat sebanyak 13,62 juta penduduk dengan distribusi penduduk miskin lebih dari 50% populasi, yaitu sebesar 52,59%. Meskipun mengalami penurunan dari 9,03% pada Maret 2023 menjadi 8,79% pada September 2023 namun angka ini belum membuat posisi Pulau Jawa tergeserkan dari predikat Pulau dengan persentase penduduk miskin terbesar.

Sumber : BPS, diolah 2024

Jika dibandingkan antar provinsi di Pulau Jawa, Provinsi DI Yogyakarta menduduki peringkat pertama sebagai provinsi dengan persentase penduduk miskin terbesar di Pulau Jawa. Provinsi kedua dengan persentase kemiskinan terbesar jatuh pada provinsi Jawa Tengah. Sedangkan DKI Jakarta menjadi provinsi paling sejahtera di Pulau Jawa. Pada pembahasan selanjutnya akan dibahas mengenai Provinsi DI Yogyakarta sebagai provinsi termiskin di Pulau Jawa.

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu provinsi yang ada di Pulau Jawa. Yogyakarta dikenal sebagai sebagai “Kota Pelajar” karena terdapat banyak pusat pendidikan yang berdiri disini. Eksistensi Yogyakarta sebagai pusat Pendidikan dibuktikan dengan adanya universitas-universitas ternama di Indonesia seperti UGM, UNY, ISI Yogyakarta, dan universitas ternama lainnya menarik minat banyak mahasiswa dari luar daerah untuk mengemban pendidikan di Yogyakarta. Hal ini menarik kedatangan warga daerah lain dalam jumlah besar sehingga menyebabkan adanya ketimpangan, salah satunya dalam hal ekonomi.

Bhima Yudhistira Adhinegara, Ekonom dari Center of Economic and Low Studies (Celios), mengatakan bahwa banyaknya pendatang baru dengan daya tarik pendidikan perguruan tinggi menyebabkan adanya gap perekonomian yang cukup lebar dengan penduduk lokal karena pada umumnya pendatang memiliki kondisi ekonomi yang lebih mapan daripada warga lokal, ditambah lagi warga Yogyakarta yang didominasi oleh pekerjaan sektor pertanian dengan usia nonproduktif.

Sumber : BPS

Angka tersebut merupakan sebaran persentase penduduk miskin berdasarkan kabupaten/kota di Yogyakarta. Dari angka tersebut dapat dilihat bahwa angka yang mendominasi adalah persentase yang lebih dari 10%. Angka tersebut mencerminkan kemiskinan yang masih besar di daerah tersebut. Tingginya angka kemiskinan Yogyakarta mungkin dapat berdampak pada indeks kebahagiaan penduduknya. Pada umumnya semakin sejahtera penduduk maka semakin tinggi indeks kebahagiaannya. Pada data tersebut terlihat bahwa persentase kemiskinan berubah secara fluktiatif namun pada tahun terakhir persentase kemiskinannya mengalami peningkatan, sehingga kemungkinan akan menurunkan indeks kebahagiaan.

Sumber : Publikasi BPS Indeks Kebahagiaan 2021

Pada grafik di atas terlihat bahwa ndeks kebahagiaan Yogyakarta mengalami penurunan yang semula pada tahun 2017 sebesar 72,93 turun menjadi 71,70 pada tahun 2021. Sejalan dengan meningkatnya persentase kemiskinan menunjukkan korelasi yang negatif antara kemiskinan dan indeks kebahagiaan. Hal ini berbanding terbalik dengan karakteristik penduduk Yogyakarta yang didominasi oleh orang yang ingin menikmati hidup di masa tua yang diujarkan oleh Bhima Yudhistira Adhinegara, Ekonom dari Center of Economic and Low Studies (Celios).

Maka dari itu kemiskinan di Yogyakarta perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Terlebih letaknya yang di Pulau Jawa sebagai pulau dengan infrastruktur dan Pendidikan paling maju dibandingkan pulau lainnya di Indonesia. untuk meningkatkan indeks kebahagiaan diperlukan upaya untuk menurunkan angka kemiskinan.


Sumber :

Badan Pusat Statistik (BPS)

https://bisnis.tempo.co/read/1682597/kemiskinan-dan-ketimpangan-di-yogyakarta-tinggi-ekonom-ungkap-penyebabnya  

https://yogyakarta.kompas.com/read/2022/01/11/184512078/awal-mula-yogyakarta-dijuluki-kota-pelajar

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan Bonus Demografi dan Derajat Kesehatan di Jawa Tengah

Trade Off antara Pembangunan Pariwisata Berbasis Alam dan Budaya di Semarang

Jakarta dan Diriku