Keadaan Sanitasi Indonesia Saat ini
Pada tahun 2020, sebanyak
44% dari air hasil limbah rumah tangga populasi dunia dibuang dalam keadaan
tanpa pengolahan aman. Sedikitnya terdapat 10% populasi dunia mengonsumsi
makanan yang diairi oleh air yang terkontaminasi dengan limbah. Pada tahun 2022
sebanyak 57% populasi dunia atau sekitar 4,6 miliar jiwa menggunakan layanan sanitasi
secara aman. Namun, lebih dari 1,5 miliar orang lainnya masih belum mempunyai
layanan sanitasi dasar yaitu seperti toilet pribadi. Dari jumlah tersebut, 419
juta orang sampai saat ini masih melakukan buang air besar di lahan terbuka,
seperti di selokan, semak, maupun di perairan terbuka.
Seberapa Penting
Sanitasi?
Menurut KBBI, sanitasi
adalah usaha untuk membina suatu keadaan yang baik dalam bidang Kesehatan,
terutama kesehatan masyarakat. Sanitasi perlu ditegakkan. Sanitasi yang buruk
dapat mengurangi kesejahteraan manusia dan Pembangunan sosial ekonomi karena
memiliki dampak seperti kecemasan, risiko kekerasan seksual, ataupun hilangnya
kesempatan pendidikan dan kerja. Sanitasi yang buruk dapat menyebabkan penyakit
diare dan penyakit lainnya seperti tipus, disentri, polio, bahkan stunting.
25% populasi balita Indonesia
menderita diare, bahkan penyakit ini menjadi penyebab utama kematian anak di Indonesia.
Kualitas air buruk tidak lepas dari keadaan ekonomi didukung dengan hasil
survey air minum di Yogyakarta, sebanyak 89% sumber air dan 67% air minum rumah
tangga terkontaminasi bakteri yang terdapat pada tinja. Di Indonesia, akses
sanitasi rumah tangga masih mengalami kesenjangan, pada umumnya masyarakat
miskin di daerah tertinggal masih kesulitas memiliki akses sanitasi yang baik.
Untuk mencegah risiko tersebut,
sanitasi yang baik sangat diperlukan. Sanitasi yang dikelola dengan baik akan
meningkatkan gizi, kesehatan, dan produktivitas. Sanitasi juga termasuk ke
dalam slah satu tujuan SDGs yaitu tujuan ke 6, sehingga memerlukan strategi
yang lebih baik untuk menjangkau anak-anak dan keluarga miskin yang msih
memiliki sanitasi buruk, menyediakan pasokan air yang sehat dan aman dari
kontaminasi bakteri tinja.
Penyakit Berbasis
Lingkungan Dan Sanitasi
Penyakit berbasis
lingkungan adalah masalah kesehatan dan hampir terjadi di seluruh wilayah di
dunia, tak terkecuali Indonesia. Penyakit berbasis lingkungan ini salah satunya
disebbakan oleh sanitasi yang buruk. Infeksi akibat sanitasi buruk ini merupakan
permasalahan serius dan masuk ke 10 besar penyakit yang hampir dijuampai di
seluruh puskesmas di Indonesia. Penyakit tersebut seperti infeksi saluran
pernapasan akut(ISPA), diare, DBD, TPC, cacingan, malaria, penyakit kulit,
hingga keracunan.
Bagaimana Dengan Keadaan
Sanitasi Indonesia?
Akses sanitasi layak
didefinisikan proporsi rumah dengan kloset leher angsa yang digunakan secara sendiri
baik dengan septictank maupun lubang tanah. saat ini, proporsi rumah tangga
dengan akses sanitasi yang layak sebesar 64,74% dan pada periode seebelumnya
sedikit mengalami peningkatan sebesar 2,74% menjadi sebesar 67,48%. Sebanyak 5,56%
rumah tangga Indonesia mempunyai akses sanitasi layak bersama. Artinya, rumah
tangga mempunyai toilet dengan kloset leher angsa yang digunakan secara bersama-sama.
Angka ini turun dibandingkan periode sebelumnya dengan penurunan sebesar 1,59%
atau dengan kata lain pada periode sebelumnya memiliki persentase sebesar
7,15%.
Sebanyak 14,02% rumah
tangga Indonesia masih belum memiliki akses sanitasi yang layak. Artinya, rumah
tangga tersebut memiliki toilet yang pembuangannya langsung menuju pada Sungai,
laut, ataupun ladang atau kloset nonleher angsa. Namun mirisnya masih terdapat
5,69% rumah tangga yang melakukan buang air besar sembarangan (BABS). Perilaku ini
dilakukan oleh rumah tangga yang tidak mempunyai toilet atau tidak
menggunakannya. Angka ini cenderung memiliki trend menurun selama 1 dekade
terakhir dan diharapkan pada tahun 2025 dapat mencapai angka 0%.
Apa Upaya Yang Dilakukan
Oleh Pemerintah Indonesia Melihat Dari Keadaan Sanitasi Indonesia Saat Ini?
1. Klinik
sanitasi
Penyakit berbasis
lingkungan dan sanitasi berkaitan erat. Sarana air bersih akan memberikan
kualitas air yang baik, kualitas air yang baik ini dapat mencegah timbulnya
penyakit lingkungan seperti diare. Jika tidak memiliki sarana air bersih, air
yang kotor dapat mendukung mikroorganisme bertahan hidup, dan jika air tersebut
digunakan maka dapat menyebabkan diare. Salah satu upaya yang dilakukan untuk
mmeperbaiki anitasi indoensia adalah dengan klinik sanitasi. Klinik sanitasi
adalah upaya terintegrasi untuk memberikan pelayanan kesehatan yang ditujukan pada
masyarakat berisiko tinggi. Klinik sanitasi merupakan wadah masyarakat untuk
mengatasi permasalahan kesehatan lingkungan. Klinik sanitasi ini merupakan
wadah yang digunakan sanitarian dan pasien penyakit berbasis lingkungan untuk
berkonsultasi masalah kesehatan. Program ini sebenarnya telah berjalan sejak
2003 namun sayangnya di banyak tempat program ini tidak berjalan. Sehingga, program
ini sebaiknya dapat dihidupkan kembali atau melakukan upaya lain dengan
programyang lebih baik dari program ini.
2. SBS
Hingga saat ini pemerintah terus melakukan upaya menghentikan perilaki BABS. Upaya tersebut dengan mencetuskan program SBS yang merupakan indikator output dari program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Terdapat 5 pilar yang ditetapkan untuk meningkatkan keamanan sanitasi. Kelima pilar ini diatur dalam Permenkes No.3 Tahun 2014, kelima pilar tersebut adalah :
1.
Stop buang air besar sembarangan
2.
Cuci tangan menggunakan sabun
3.
Pengolahan makanan dan air minum dengan
benar
4.
Pengolahan sampah rumah tangga
5.
Pengolahan lombah cair rumah tangga agar
tidak mencemari lingkungan
Pemerintah terus mempromosikan sanitasi layak Indonesia. Untuk mendukung program tersebut, sebagai masyarakat yang baik juga harus membangun aktivitas sehat setiap harinya, terutama dalam hal kebersihan. Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat akan dapat tercapai sanitasi yang baik di Indonesia, karena keberhasilan program ataupun autran pemerintah bergantung pada kemauan masyarakat untuk mematuhinya.
Sumber :
Ahyanti, mei. (2020). Sanitasi
Pemukiman pada Masyarakat dengan Riwayat Penyakit Berbasis Lingkungan.19
Februari 2024.
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sanitation
https://www.unicef.org/indonesia/id/air-sanitasi-dan-kebersihan-wash
https://goodstats.id/article/gambaran-kondisi-sanitasi-indonesia-Z6u6F
Komentar
Posting Komentar