Jejak Langkah Sejarah : Mengenang Peninggalan Masa Penjajahan Belanda dalam Sebuah "Little Netherland" di Semarang

                                                            

Kota Semarang merupakan salah satu kota yang ada di Provinsi Jawa Tengah sekaligus menjadi ibu kota provinsi. Kota dengan tanah seluas 373,70km² ini telah berusia 476 tahun, jauh lebih tua daripada usia kemerdekaan Indonesia. Sebelum kemerdekaan, Indonesia pernah dijajah oleh kolonial Belanda selama 350 tahun. Seperti halnya dengan kota lainnya, Semarang juga tidak luput dari kependudukan Belanda. 

Pada masa kependudukan Belanda, Semarang dijadikan sebagai pusat pemerintahan karena letaknya yang simetris, yaitu di pesisir utara Pulau Jawa.  Banyak bangunan pemerintahan dan gereja dibangun membuat banyak peninggalan kependudukan Belanda di Semarang. Hingga kini, bangunan-bangunan masih berdiri kokoh dan dirawat sebagai bangunan peninggalan Belanda. 

Kota Lama merupakan saksi bisu sejarah kependudukan Belanda di Semarang. Kawasan yang terdiri dari sekitar 50 bangunan kuno ini berdampingan dengan kawasan ekonomi. Dengan banyaknya bangunan yang terdapat di kawasan Kota Lama ini mampu memeberikan potret kependudukan Belanda saat itu. Model bangunan peninggalan Belanda merupakan model bangunan khas Eropa tahun 1700-an. Bentuk bangunan dengan langit-langit yang tinggi, ornamen dekorasi yang khas, pintu dan jendela besar, kaca besar dan berwarna-warni, hingga adanya bangunan bawah tanah sangat mencerminkan gaya bangunan Eropa. 

  

Bangunan-bangunan yang ada di Kota Lama ini digunakan untuk gedung pemerintah Belanda dan gereja saat itu. Selepas kepergian Belanda bangunan-bangunan ini banyak dialihfungsikan sebagai hotel, rumah, cafe, kantor pos, bank maupun perkantoran. Bangunan-bangunan ini dilindungi pemerintah sebagai bangunan peninggalan bersejarah. 

kekhasan bangunannya, banyak turis tertarik mengunjungi tempat wisata sejarah ini. Dengan jumlah bangunan khas Eropa yang banyak berjejeran seperti memperlihatkan miniatur Eropa era 1700-an, karena hal itu Kota Lama dijuluki sebagai "Little Netherland". Tampilan khas Eropa ini dapat memanjakan mata para wisatawan. Terlebih jika di malam hari, berjalan-jalan di antara gedung-gedung Eropa dengan terangnya lampu menambah keindahan Kota Lama ini. 

 

Tidak hanya berisi gedung bersejarah, di Kota Lama banyak dijumpai cafe dan restoran dengan pemandangan Eropa. Bahkan, ketika berjalan di sepanjang kota lama akan banyak pedagang kaki lima yang menjual makanan lokal dengan harga terjangkau dan becak untuk berkeliling kawasan Kota Lama. Selain itu, tak jarang juga dijumpai fotografer yang siap memfoto wisatawan untuk mengenang kedatangannya di Kota Lama. Gedung-gedung yang ikonik juga menarik perhatian wisatawan untuk memotretnya. 

Itulah Kota Lama Semarang, tempat wisata bersejarah tempat mengenang kehidupan di masa kependudukan Belanda. Sebenarnya jdi Semarang masih banyak peninggalan Belanda selain Kota Lama yang belum dapat diceritakan pada kesempatan ini. Semoga blog singkat ini dapat menambah wawasan dan daya tarik wisata sejarah para pembaca. 


DAFTAR PUSTAKA

    Emy Trimahanani, & Debbie Kusuma. (2020). Kota Lama Semarang, Dulu Dijuluki Little Netherland. https://www.beritadaerah.co.id/author/

        Hasbullah. (2019). Kawasan Kota Lama Semarang Siap Jadi Tuan Rumah Event Pariwisata - Times Indonesia.

        Horego. (2024). 7 Cafe di Kota Lama Semarang_ Alamat, Menu Favorit & Harga.

        Pinhome. (n.d.). Kota Semarang › Kota Lama Semarang Kota Lama Semarang.

        Rado. (2021). Kota Lama Semarang, Venice Van Java.

    Shabrina Linta Rahmanda, Shella Namira Izzul Arafa, Putri Kinasih, Intan Nursyarifah, Aldin Nurdianing, & Metha Zamro Doanye. (2023). Menelisik Lebih Jauh Mengenai Sejarah Kota Lama.

        Supono. (2016). Sejarah Kota Semarang Jawa Tengah _ Center Of Excellence.

        Tagar.id. (2020). Tagar Foto.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan Bonus Demografi dan Derajat Kesehatan di Jawa Tengah

Trade Off antara Pembangunan Pariwisata Berbasis Alam dan Budaya di Semarang

Jakarta dan Diriku